MENUJU SWASEMBADA DAGING 2014

image

Dalam rangka meningkatkan swasembada daging Departemen Pertanian menargetkan pada tahun 2014 kecukupan/swasembada daging dapat tercapai. Pemerintah sekarang ini secara bertahap sedang giat-giatnya melakukan pengembangan sapi yang disebar ke berbagai daerah. Program yang dilakukan selama ini adalah melalui program kredit usaha pembibitan sapi, dengan pembinaan dengan Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat (LM3) dan pengabdian Sarjana membangun Desa (SMD) serta bekerjasama dengan perguruan tinggi yaitu dengan tujuan memperbanyak jumlah populasi sapi induk serta memanfaatkan lahan-lahan yang potensial yang kemudian digunakan untuk peternakan. Adapun target yang ingin dicapai dalam lima tahun kedepan adalah 100.000 ekor anak sapi. Dengan adanya program ini laboratorium yang bergerak di bidang peternakan type A, B, C turut serta memantau dan memonitor keberadaan kesehatannya.

Secara teori ada tiga faktor yang harus dimiliki oleh masyarakat dalam memelihara sapi diantaranya breeding, feeding, management, Suksesnya program pemerintah apabila peternak dapat melaksanakan tiga hal tersebut. Pada kenyataanya masih banyak masyarakat/peternak yang belum memahami benar hal tersebut, padahal kunci utamanya adalah ketiga faktor yang harus dilaksanakan. Peran serta penyuluh sangat diharapkan karena penyuluhan merupakan pendidikan nonformal, yang dirasa paling efektif untuk memberikan pemahaman terhadap petani/peternak. Diharapkan untuk lulusan SNAKMA yang telah digembleng selama tiga tahun, dapat mempelopori dan memberikan contoh kepada masyarakat agar cara-cara beternak yang kurang menguntungkan dapat dihilangkan secara bertahap sehingga menjadi peternak yang tangguh.

Dukungan masyarakat, pada prakteknya di lapangan ada empat kriteria kelompok peternak yang mendukung program swasembada daging antara lain:

  1. Kelompok peternak yang serius dalam memeliharaan dengan memperhatikan prinsip-prinsip managemen, dengan bibit yang baik, pakan yang baik, kandang yang bersih, bila ada penyakit dapat dengan mudah diatasi, kualitas ataupun kuantitas tentu hasilnya akan baik.
  2. Kelompok peternak yang kurang serius, bibit baik, kandang kurang baik, pakan kurang baik, apabila ada penyakit sulit dideteksi, bahkan mungkin sapinya pun akan mengalami malnutrisi, kekurangan pakan.
  3. Kelompok yang asal-asalan bibit lokal inbreeding, pakan tidak diperhatikan hanya diumbar, kandang pun tidak ada sapi kepanasan kehujanan keanginan.
  4. Kelompok yang memiliki semangat beternak tetapi lingkungan tidak mendukung karena peraturan yang melarang mengadakan kegiatan peternakan di daerah tersebut dikarenakan mengganggu, yang mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan.

Peran serta penyuluh sangat dibutuhkan yang secara langsung bersentuhan dengan petani peternak yang ada di pedesaan ataupun di perkotaan, semua perlu dukungan dan diberikan penghargaan kepada petugas penyuluhan ataupun terhadap petani/peternak karena mereka telah membatu program pemerintah yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian tentang swasembada daging. (IPAT)

Fri, 27 May 2011 @11:41


1 Komentar
image

Sun, 4 Mar 2012 @08:37

Salah

wa'alaikumsalam, ada beberapa cara untuk aegnatmsi Limbah rumah potong haiwan bang Ridwan seperti Elektrokoagulasi Aliran Kontinyu ataupun mengubahnya menjadi kompos.nah, untuk semua itu kiranya di RPH abang perlu adanya bak Pengolahan.Maklumat lanjut abang bisa hubungi kami melalui telefon bimbit atau melalui e-mel


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Copyright © 2018 SNAKMA Cikole · All Rights Reserved
powered by sitekno